Kalah Hari Ini, Besok Coba Lagi !!!

Special A
Mangaka: Minami Maki
Terbit: 1 April 2003
Penerbit: Hana to Yume, Shojo Beat
Jumlah tankoubon: 12 (ongoing)

Prinsip Persaingan Sehat Ala Special A
"Pokoknya aku harus bisa mengalahkan dia!" Itulah tekad Hanazono Hikari. Demi tekadnya, dia memohon pada sang ayah supaya disekolahkan di sekolah superelit se-perfektur, SMU Hakusenkan. Sebab, di sanalah Takishima Kei, cowok yang dianggap rival sepanjang masa oleh Hikari, menuntut ilmu.

Persaingan itu diawali pertemuan mereka saat berusia 6 tahun. Ayah Kei dan Hikari adalah sahabat yang sama-sama menyukai pro wrestling. Suatu hari, Kei diajak bertandang ke rumah Hikari. Kedua ayah sableng itu malah mengadu anak-anaknya. Duel itu dimenangkan Kei yang berwajah datar dengan mudah. Kontan Hikari sebal dan meminta rematch yang berakhir dengan kekalahan Hikari.

Sejak saat itu, berkali-kali Hikari menantang Kei duel. Baik dalam hal pelajaran, olahraga, sampai gulat. Hikari yakin, meski hari ini dirinya kalah, bila tekun mencoba, mungkin besok dirinya bisa mengungguli rivalnya itu. Hasilnya? Kei tetap nggak terkalahkan. Dengan kejamnya, Kei memanggil Hikari dengan "Nona Peringkat Dua". Tentu saja hati Hikari semakin panas.

Karena prestasinya yang cemerlang, Kei dan Hikari dimasukkan dalam kelas Special A (SA) SMU Hakusenkan. Kelas ini hanya terdiri dari tujuh orang. Mereka adalah pelajar dengan kecerdasan di atas rata-rata yang nilainya paling tinggi di sekolah.

Di kelas tersebut, Kei dan Hikari belajar bersama si kembar Yamamoto Megumi dan Jun, Karino Tadashi, Toudou Akira, dan Tsuji Ryu. Kecuali Hikari, penghuni kelas SA datang dari keluarga konglomerat. Meskipun berwajah rupawan, hidup bergelimang harta, dan dikaruniai otak encer, Kei dkk nggak tinggi hati. Mereka mau bergaul dengan siswa dari kelas reguler tanpa pandang bulu.

Segala keistimewaan dan fasilitas yang diberikan pihak sekolah pada kelas SA tentu memancing kecemburuan sosial murid lain. Yah, meski jumlahnya masih kalah dengan murid yang memuja anggota kelas SA. Nggak sedikit pula yang mengincar posisi di kelas unggulan itu. Seperti Kakei Hajime si ketua OSIS.

Persahabatan yang solid, persaingan yang sehat, serta cinta terpendam membuat kehidupan anggota kelas SA berwarna-warni. Karena itulah DetEksi rekomendasikan Special A buat kamu.

Dari para pelajar jenius ini, kita bisa mengambil pelajaran berharga. Terkadang kita menghalalkan segala cara untuk memenangkan persaingan. Tapi seperti kata Hikari, kemenangan yang diraih tanpa usaha sendiri nggak artinya. Kemenangan seharusnya didapatkan dengan cara jujur dan usaha keras. Sehingga, saat mendapatkannya, kita akan merasakan kebanggaan luar biasa. Semangat pantang menyerah Hikari juga bisa dijadikan panutan.

Minami Maki membuat cerita yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Apa yang dialami Hikari dkk mungkin juga kamu atau teman-temanmu alami. Dengan mengecualikan kehidupan borjuis mereka, pastinya. Iri pada teman, tekad bersaing dalam hal pelajaran, juga jatuh cinta.

Gaya penyampaian Minami yang ceria dan ringan nggak akan bikin kamu bosan. Pesan moral dalam Special A dituturkan Minami tanpa kesan menggurui. Cuma, ada beberapa hal yang nggak patut kamu tiru. Salah satunya sikap Kei pada sang ayah yang masih berusia 35 tahun.

Selain persaingan Hikari-Kei dalam segala hal, daya tarik utama Special A adalah hubungan keduanya. Hikari mati-matian menolak fakta bahwa Kei menyukainya. Sedangkan Kei juga nyaris putus asa menyampaikan perasaannya karena dia berpikir Hikari hanya menganggapnya rival. Benarkah cinta Kei bertepuk sebelah tangan? Nggak seru dong kalau DetEksi kasih tahu. Baca aja sendiri!

Fuad hahihu

Seorang opportunis namun realistis. Seorang dreamer tapi bukan heartbreaker (lagi). Seorang gamer yang kadang masih suka keder megang stik kontroller.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar